Sanjayasan's Blog

latihan membuat blog

KLM. Maruta Jaya 900: Sebuah Prototipe Kapal Hemat BBM


Pak Habibie telah merintis, kalau bukan kita yang meneruskan, lalu siapa? Solusi Efisiensi Bagi Angkutan Barang (Cargo Ship) dan Training Calon Pelaut.Melambungnya harga minyak mentah di pasar dunia, telah  menimbulkan dampak berantai di dalam negeri. Subsidi pemeritah untuk menjamin kebutuhan pasokan BBM di dalam negeri, menjadi beban yang semakin berat. Gerakan penghematan pun mulai dilaksanakan di berbagai sektor. Karena itu, diperlukan solusi alternatif terhadap ketergantungan BBM. Di sektor angkutan laut, BPPT pernah menciptakan Kapal Layar Motor (KLM) Maruta Jaya 900 sebagai prototipe kapal yang terbukti hemat BBM. Sayangnya, keberadaan kapal yang dirintis mantan Meristek / Ketua BPPT BJ.Habibie itu, seakan terlupakan.
Dampak kelangkaan BBM kini mulai mengkhawatirkan. Sektor pelayanan publik, seperti PLN telah melakukan pemadaman bergilir. Tarif listrik untuk industri telah disetujui untuk dinaikkan., yang pada gilirannya dapat mengakibatkan penurunan kapasitas produksi, lonjakan harga-harga barang kebutuhan masyarakat; bahkan tidak mustahil akan mengundang terjadinya gelombang PHK akibat menurunnya daya beli dan melemahnya nilai kompetitif produk nasional di pasar ekspor.
Meskipun Indonesia termasuk salah satu negara penghasil minyak, namun belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi BBM di dalam negeri yang terus meningkat. Jika tidak ada upaya – upaya yang sepantasnya dalam mengubah pola konsumsi dan mengurangi ketergantungan terhadap BBM serta mencari solusi pada energi alternatif, maka cepat atau lambat bangsa ini akan menghadapi krisis energi yang berujung pada lumpuhnya perekonomian nasional.
Kemungkinan terjadinya kelangkaan BBM, sebenarnya telah cukup lama diantisipasi. Lima belas tahun silam, ketika mantan Presiden RI, DR.Ing.BJ. Habibie menjabat Menteri riset dan Teknologi / Ketua Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT) – saat itu harga minyak mentah di pasar dunia masih 14,000 dollar AS / barel, saat ini 75,000 dollar AS / barel – telah diupayakan proyek – proyek rintisan di sektor maritim dan angkutan laut. Salah satu proyek startegis di sektor angkutan laut, adalah pembuatan Kapal Layar Motor (KLM) Maruta Jaya  900 produksi PT. PAL Surabaya, dengan desain khusus sebagai kapal angkutan barang (Cargo Ship) yang hemat BBM dan ramah lingkungan.
Konsep Penghematan Energi

KLM. Maruta Jaya pertama kali dibuat tahun 1990. Namun setelah melalui  serangkaian uji coba komersial sebagai kapal niaga, baru pada tahun 1992 Maruta Jaya 900 diluncurkan.
Berdasarkan hasil kajian BPPT, KLM. Maruta Jaya 900 mampu menghemat konsumsi BBM sampai 70% dibandingkan dengan kapal sejenisnya. Jika kapal sejenis (daya muat 800 – 900 ton) mengkonsumsi BBM sekitar 3.000 – 4.000 liter/hari, KLM. Maruta Jaya 900 hanya memerlukan 900 – 1.000 liter / hari.
Dewasa ini, prinsip hemat BBM dan penerapan teknologi berwawasan lingkungan, telah menjadi isu global untuk mengurangi tingkat pencemaran lingkungan laut. Maka pemanfaatan tenaga angin sebagai tenaga penggerak utama kapal. Dengan penggunaan layar seluas 1.200 meter persegi yang terdiri dari 1 buah layar jib (jib sail) berbetuk segi tiga yang terletak di bagian cocor / haluan (bowsprit), 2 buah layar utama (main sail) berbentuk segi empat yang masing – masing terpasang pada tiang utama (main mast) dan 1 buah layar mizzen (mizzen sail) yang tepasang pada tiang belakang dan dapat mamberikan dorongan kekuatan laju kapal sampai dengan 8 – 9 knot pada saat cuaca normal. Jika dikembangkan lebih lanjut (ditambah produksi dan dioptimalkan kinerjanya) akan menjadi salah satu pilihan tepat guna dalam meningkatkan efisiensi sekaligus menghemat pemakaian BBM yang setara pula.
Sebagai Kapal Latih

Selain hemat BBM, kapal ini pun dapat ditambah fungsikan menjadi  kapal latih bagi para calon pelaut agar sesuai dengan tuntutan / standar IMO (International Maritime Organization). Keberadaan kapal latih menjadi sedemikian penting mengingat minat bahari di kalangan generasi muda telah cukup meningkat. Hal ini terbukti dengan berdirinya beberapa badan diklat kepelautan di seluruh penjuru negeri, baik milik pemerintah maupun swasta. Tetapi di lain pihak, pemerintah maupun pelaku usaha di bidang pelayaran niaga, belum dapat mengimbangi tuntutan kebutuhan sarana pelatihan. Keterbatasan armada yang mampu menampung para Calon Perwira Laut untuk melakukan praktek laut setelah memperoleh pelajaran teori di kelas.
KLM. Maruta Jaya 900 sebagai cargo ship yang jika dioptimalkan sebagai kapal latih, setidaknya mampu menampung setidaknya 15 orang calon pelaut dengan rute yang menyesuaikan pada tujuan pengiriman barang (training follows the cargo route). Penyesuaian rute tersebut, merupakan upaya untuk menekan seminimal mungkin biaya pelatihan / training. Hal tersebut dikarenakan biaya operasioal kapal, sebagian sudah dibebankan kepada ongkos angkut barang (cargo freight).
Pelatihan “Sail Training” di atas kapal KLM. Maruta Jaya 900 ditangani oleh instruktur dan tenaga berpengalaman serta para professional dalam ilmu – ilmu terkait dengan cara bekerja sama dengan beberapa lembaga / badan diklat kepelautan yang telah mendapat rekomendasi untuk memberikan sertifikasi sesuai standar IMO seperti S T I P (Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran) dan B P 3 I P (Balai Besar Pendidikan Penyegaran dan Peningkatan Ilmu Pelayaran) Jakarta serta beberapa balai diklat sejenis di kota – kota besar lainnya.
Pelatihan tersebut diharapkan akan menjadi salah satu model / cara memberikan keterampilan dan kecakapan dasar bagi para calon pelaut, guna mengurangi tingkat pengangguran dan banyaknya remaja putus sekolah akibat biaya pendidikan yang semakin tinggi.Guna mencapai tujuan ideal dari program tersebut, tentu saja dibutuhkan dukungan dari berbagai kalangan, termasuk lembaga-lembaga / institusi pemeritah dan swasta, serta pihak – pihak tertentu yang mempunyai kepedulian terhadap upaya pengembangan bidang kemaritiman. Untuk itu, partisipasi untuk turut memberdayakan KLM Maruta Jaya 900, sangat diperlukan. Pak Habibie telah merintis, kalau bukan kita yang meneruskan……., lalu siapa …..?

Pemberdayaan KLM Maruta Jaya oleh Pemerintah Daerah
Pasca bencana tsunami dan gempa bumi di Propinisi NAD, Pulau Nias serta Pulau Simeulue dan sekitarnya pada masa tanggap darurat, berangkat dari Jakarta KLM. Maruta Jaya 900 berhasil dua kali mengangkut barang bantuan sejumlah + 2 x 800 ton atau setara dengan 100 truk dan tiba ditujuan dengan selamat. Selain mengangkut muatan bantuan, KLM Maruta Jaya juga melaksanakan kegiatan sosial lainnya yaitu melatih para remaja korban bencana menjadi calon pelaut bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Simeulue, Propinsi NAD. Bahkan saat ini sudah 22 orang yang sudah berhasil dan menjadi ABK di kapal – kapal niaga antar negara (ocean going).
Kapal tersebut bisa difungsikan sebagai kapal perintis khusus bagi pemda yang memiliki latar belakang ekonomi dan budaya maritim. KLM. Maruta Jaya 900 bisa mengangkut komoditi kebutuhan bahan pokok yang menyangkut kepentingan rakyat sekaligus sebagai salah satu alternatif penyeimbang harga – harga. Manfaat alternative lainnya ialah sebagai simbul (icon) promosi yang dinamis dalam upaya promosi promosi wisata, ekonomi dan budaya melalui program Kota Kembar (Sister City) baik dengan kota – kota di dalam maupun negeri. Kegiatan tersebut bisa dikaitkan dengan kegiatan pertukaran remaja, kunjungan muhibah dan pelatihan layer bersama.
Bukankah ini berarti “Sekali Merengkuh Dayung, Dua Tiga Pulau Terlampaui……… ???”

Juni 25, 2010 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: