Sanjayasan's Blog

latihan membuat blog

Kiat Jitu Penanganan Udang Pasca Penangkapan


Udang merupakan bahan yang mudah rusak. Oleh sebab itu, penanganan udang pasca penangkapan mutlak diperlukan. Caranya sangat sederhana.Setelah udang ditangkap, penanganan udang dilakukan segera setelah udang sampai di atas kapal.

Kemudian udang dipilih dengan cara memisahkan udang yang berukuran besar dari campuran ikan dan udang kecil. Selain itu, pemilihan juga dilakukan untuk mengumpulkan jenis udang yang sama serta memisahkan antara udang yang sudah rusak dari udang-udang yang utuh.

Udang utuh tersebut dicuci bersih beberapa kali, kemudian dimasukkan ke dalam wadah kedap air (misalnya drum plastik) yang sudah berisi air laut atau air tawar yang diberi bongkahan es. Drum-drum berisi udang itu lalu disimpan ditempat yang teduh atau di dalam palka.

Selama kapal berlayar, apabila air di dalam drum sudah terlihat keruh, segera diganti dengan air yang masih bersih kemudian ditambah es. Udang di dalam drum harus selalu dijaga dalam keadaan dingin dengan air yang bersih sampai udang itu sampai ke darat atau dijual.

Penanganan Udang Tanpa Kepala ,Jika diinginkan penanganan udang tanpa kepala, caranya juga hampir sama. Penanganan tersebut harus dilakukan segera setelah udang tertangkap.

Setelah sampai di atas kapal, kepala udang dipisahkan. Pada waktu yang bersamaan, udang utuh yang berukuran kecil dan ikan yang tercampur bersama-sama juga harus dipisahkan, supaya lebih memudahkan kita untuk memilih udang yang sesuai kriteria.

Udang tanpa kepala tersebut dicuci beberapa kali dengan air laut atau air tawar yang bersih dan dingin dengan jalan menambahkan bongkahan es ke dalam air pencuci. Pencucian dilakukan sampai air pencuci tidak keruh lagi.

Setelah itu secepatnya udang di-es-kan dengan es hancuran yang cukup halus, agar es tersebut tidak melukai badan udang. Udang tanpa kepala tersebut diaduk dengan es sehingga seluruh badan diliputi es.

Cara lain untuk meng-es-kan udang adalah membuat berlapis antara udang dan es. Lapisan pertama es, lapisan kedua udang, lapisan ketiga es dan seterusnya. Udang yang sudah di-es-kan disimpan dalam palka.

Bila pembekuan dapat dilakukan di atas kapal, udang langsung dibekukan segera selesai dicuci. Selama dalam palka, udang dalam peti atau keranjang tersebut tersebut harus selalu dijaga agar jangan sampai kekurangan es, dengan kata lain, harus selalu tertutup oleh lapisan es.

Juni 9, 2010 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: